Beranda Internasional Kunjungan Menaker Di Singapore Polytechnic International (SPI)

Kunjungan Menaker Di Singapore Polytechnic International (SPI)

382
BERBAGI
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri bersama Prinsipal dan Ceo Singapore Polytechnic International (SPI) Soh Wai Wah saat pemberian cinderamata di Singapura. Jumat (15/09).
alterntif text

Singapura, Suarapelita.com – Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan kunjungan kerja ke Singapore Polytechnic International (SPI) di Singapura.

Pada kunjungan kerja ini, Menteri Hanif yang didampingi oleh Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono serta Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto serta beberapa orang anggota tim komite pelatihan vokasional antara lain Bob Azzam, Antonius J. Supit, Sari Sitalaksmi, Kun Wardhana A., Marifion dan Sugeng Bahagijo ini, melihat langsung sistem pelatihan di SPI yang akan menjadi materi pengembangan konsep pelatihan Vokasi yang sudah disusun oleh Kemnaker.

“Kunjungan kerja ke SPI ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan konsep “Grand Desain Pelatihan Vokasi  Nasional” yang telah disusun Kemnaker, ” kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat kunjungan di Singapura pada Jumat (15/09/17).

Menaker mengatakan kunjungan ke SPI ini  dilakukan untuk mempelajari keberhasilan negara- negara maju dalam mengelola SDM melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kita ajak tim komite vokasi yang terdiri dari pelaku industri,  anggota Kadin, Apindo, akademisi dan LSM untuk sama- sama mempelajari konsep pendidikan dan pelatihan vokasi di Singapura,” jelas Hanif saat meninjau tempat pelatihan kerja SPI didampingi Prinsipal dan Ceo SPI Soh Wai Wah beserta jajarannya.

Selain itu, Hanif meminta kepada para anggota komite vokasi memberikan kajian, usulan dan masukan-masukan kepada pemerintah untuk mengembangkan pelatihan vokasi di Indonesia.

“Tadi kita lihat kemajuan pelatihan vokasi di Singapura didukung anggaran yang memadai, metode kurikulum yang sesuai kebutuhan industri, fasilitas peralatan canggih, instruktur dan sertifikasi yang diakui internasional. Ini yang harus kita pelajari dan tiru,” terang Hanif.

Selain Singapura, negara lainnya yang patut menjadi contoh pelaksanaan pelatihan vokasi antara lain Jerman, Australia, Jepang, Austria, Korea Selatan dll.

Hanif menambahkan, selama ini Kemnaker telah melakukan kerja sama dengan SPI dalam bidang manajemen balai latihan kerja, strategi planning, kurikulum, metoda pedagogi, pelatihan instruktur, design thinking, akreditasi lembaga pelatihan.

“Kita teruskan kerja sama sambil terus mendorong pelatihan vokasi  untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM Indonesia. Ini prioritas yang pemerintah sesuai arahan Presiden Jokowi,” kata Hanif.

Sebelumnya, pelaksanaan Pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau Lembaga.

“Pengembangan dan penyiapan tenaga kerja Indonesia yang  kompeten dan terampil harus dilakukan melalui pelatihan vokasi yang dilakukan secara massif dan fokus,” tuturnya.

Hanif mengatakan pelatihan vokasi juga menjadi solusi dari rendahnya daya saing angkatan kerja dan pengangguran serta mismatch keterampilan dunia kerja.

“Pemerintah terus memperkuat sumber daya manusia. Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas pemerintah saat ini,” kata Hanif.

Perbaikan dan penyelarasan pelatihan vokasi disesuaikan dengan kebutuhan industri serta menjamin adanya relevansi hasil lulusan dengan kebutuhan industri. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah.

Dalam kunjungannya ke SPI Rombongan Kemnaker  dan komite vokasi ini mengunjungi beberapa lokasi pelatihan SPI yaitu Akademi Maritim Singapura untuk melihat simulasi center, mesin kapal dan workshop vokasi yang menjadi unggulan di Singapura (Dhanny).