Beranda Nasional Pemerintah Memberikan Penjelasan Tentang Isu PKI Dan 5000 Pucuk Senjata Yang Diungkap...

Pemerintah Memberikan Penjelasan Tentang Isu PKI Dan 5000 Pucuk Senjata Yang Diungkap Panglima TNI

382
BERBAGI
Menko Polhukam, Wiranto
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Kemenko Polhukam mengeluarkan penjelasan tentang isu politik yang berkembang dimasyarakat terutama berkaitan cengan isu PKI dan Pembelian 5000 pucuk senjata yang diungkap Panglima TNI. Jenderal. Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap.

Menurut Menko Polhukam, Wiranto dalam penjelasanya, setiap menjelang pemilu baik Pemilu Kada atau Pemilu Presiden dan Wakil Presiden suhu politik selalu memanas. Keadaan itu sudah berlaku sejak dahulu dan menjadi bagian dari pasang surutnya suhu politik dalam alam demokrasi,” tuturnya dalam release yang diterima redaksi, Minggu (24/9).

Oleh karena itu, lanjut Mantan Menteri di Era Soeharto tersebut, Pemerintah dan segenap jajarannya  akan terus menjaga agar memanasnya suhu politik tersebut masih pada batas-batas kewajaran agar tidak menimbulkan instabilitas nasional yang tentu akan menganggu berbagai kepentingan nasional,”ungkapnya.

Menurut Wiranto, Menjelang bulan Oktober banyak muncul isu yang cukup meresahkan masyarakat dan telah menjadi perdebatan publik dengan berbagai spekulasi yang  menggiring  terjadinya konflik horizontal yang perlu segera dihentikan agar tak mengganggu kepentingan nasional. Oleh karena itu, lanjutnya ia perlu menjelaskan kepada masyarakat agar tidak termakan isu miring,”katanya.

Yang pertama lanjutnya, mengenai pemutaran kembali Film Penghianatan G.30 S /PKI, dan ajakan untuk nonton bareng bagi beberapa institusi merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan.  Peristiwa 30 September 1965 adalah peristiwa sejarah kelam bangsa Indonesia. Masih banyak peristiwa serupa yang dialami bangsa Indonesia seperti pemberontakan DI/TII,  Pemberontakan PRRI/Permesta, peristiwa Malari di tahun 1974 yang semua itu adalah rangkaian fakta sejarah yang sudah berlalu,” ujurnya.

“Kita tidak mungkin memutar kembali jarum jam dan mengubah fakta sejarah sekehendak kita. Sejarah tersebut merupakan perjalanan bangsa yang dapat dijadikan  referensi bangsa untuk menatap ke masa depan.  Menonton film sejarah memang perlu bagi generasi berikutnya untuk memahami sejarah kebangsaan Indonesia secara utuh. Kita tak perlu malu, marah atau kesal menonton film sejarah. Ajakan atau anjuran menonton tak perlu dipolemikkan apalagi sampai membuat bangsa ini bertengkar dan berselisih. Anjuran Presiden untuk mempelajari sejarah kebangsaan dengan menyesuaikan cara penyajian agar mudah dipahami oleh  generasi Milenium, merupakan kebijakan yang rasional,” Ungkap wiranto yang juga mantan Ketua Umum Partai Hanura.

Lanjutnya, yang kedua adalah informasi dari Panglima TNI tentang adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5000 pucuk senjata standard TNI, tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi  kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas,” katanya.

Wiranto juga langsung mengkonfirmasi kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait terkait isu tersebut, memang terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD, bukan 5000 pucuk pucuk senjata dan bukan standar TNI yang akan digunakan oleh BIN untuk keperluan pendidikan Intelijen,” ujurnya.

Wiranto juga meminta pasca ada penjelasan ini diharapkan tidak ada lagi polemik dan politisasi atas kedua isu tersebut.

“Setelah ada penjelasan ini kita harapkan jangan ada lagi polemik atau politisasi atas dua isu itu,” pintanya.