Beranda Militer Puspen TNI : Panglima Tidak Ikut Konsolidasi Akbar

Puspen TNI : Panglima Tidak Ikut Konsolidasi Akbar

383
BERBAGI
Kapuspen TNI Mayjend TNI. Wuryanto Kini Menjadi Pangdam Diponegoro
alterntif text
Jakarta, Suarapelita.com – Akun sosial media resmi milik Pusat Penerangan (Puspen) TNI, mengklarifikasi soal tampilnya wajah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dalam kegiatan Konsolidasi Akbar di Balai Sudirman dan Parade Kesaktian Pancasila di Bundaran HI.
Dalam kicauannya di Twitter, Puspen TNI menyatakan gambar tersebut adalah Hoax dan menyatakan Panglima tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang digagas oleh Barisan Pemuda dan Rakyat Indonesia itu.
“This is not true..a.k.a Hoax. Panglima tdk prnah ikut acara yg disebutkan di bwah,” kicau @Puspen_TNI, Selasa (26/9/2017).Perlu diketahui, bahwa elemen masyarakat yang mengatasnamakan Barisan Pemuda dan Rakyat Indonesia menggagas sebuah acara bertema Pancasila dan NKRI. Sejumlah tokoh nasional negeri ini pun diundang dalam acara tersebut.Berdasarkan pamflet yang beredar luas di kalangan masyarakat pengguna internet, ada dua acara yang akan diselenggarakan kelompok tersebut, yakni ‘Konsolidasi Akbar’ pada 27 September mendatang di Balai Sudirman, dan ‘Parade Kesaktian Pancasila’ di Bundaran HI pada 1 Oktober.

Saat dikonfirmasi ke nomor panitia yang ada dalam pamflet tersebut, tidak ada jawaban. Satu nomor ponsel tidak aktif, sementara dua lainnya tidak dapat dihubungi.

Dalam poster yang disebar, panitia menyebut para tamu undangannya sebagai ‘Para Tokoh Penyelamat Negeri.

Di antaranya adalah Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Dewan Penasihat PAN Amien Rais, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.

Selain itu ada Putri Presiden Soekarno Rachmawati Soekarnoputri, Ustaz Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansyur, Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih Sandiaga Uno, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin, dan mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Ada pula Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Musisi Ahmad Dhani, Pegiat Media Sosial Jonru Ginting, pengacara Eggi Sudjana, Anggota DPD RI Fahira Fahmi Idris, serta sejumlah aktivis seperti Sri Bintang Pamungkas, dan Ratna Sarumpaet.

Sementara dari kalangan pemuda, tampak Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, Ketua Umum PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kartika Nur Rakhman, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dalam salah satu isi agenda kegiatan tersebut seperti yang tertuang dalam pamflet tersebut adalah, membentuk Komite Persiapan untuk menggelar Kongres Pemuda Islam dan LaskarBela Negara.