Beranda Ekonomi Pemerintah Tidak Akan Menaikan Tarif Dasar Listrik Hingga Akhir Tahun

Pemerintah Tidak Akan Menaikan Tarif Dasar Listrik Hingga Akhir Tahun

476
BERBAGI
Menteri ESDM, Ignasius Jonan
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Pemerintah menegaskan tidak akan menaikan tarif dasar listrik hingga akhir tahun ini. Hal ini diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menurut dia, faktor daya beli masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik.

“Presiden Jokowi sudah memutuskan sampai akhir tahun tarif listrik tetap sama, tidak naik,” kata Jonan seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/09/17).

Mantan Menteri Perhubungan ini mengakui langkah tersebut mengakibatkan PLN kehilangan potensi keuntungan sekitar Rp5 triliun. Namun, hal itu tidak akan banyak berpengaruh dengan keuangan PLN lantaran pendapatannya tiap tahun mencapai Rp300 triliun.

“Jadi bukan rugi, pasti masih untung. Kan pendapatannya PLN Rp300 triliun lebih setahun,” tandasnya.

Mengenai harga keekonomian, Jonan menyebutkan PLN harus lebih efisien dalam melakukan perawatan.

“Kalau energi primer kan itu campur tangannya pemerintah masih besar. Kalau gas kan sudah diatur. Kalau ngatur batubara ya kita mesti rapat dengan asosiasi produsen batu bara,” ujarnya.

Meski keuntungannya berkurang, Jonan memastikan hal itu tidak memengaruhi proyek listrik 35ribu MW. Namun, ia memprediksi program tersebut tidak akan selesai pada 2019 seperti yang ditargetkan Presiden.

“Proyek 35ribu itu enggak diselesaikan sampai 2019 karena enggak mungkin bisa secara teknis. Jadi akan diselesaikan sampai 2023-2024,” cetus Jonan.

Terkait permintaan suplai listrik masyarakat, Jonan memprediksi pertumbuhan tahun ini meningkat sekitar 5%. Menurutnya, pertumbuhan ini masih normal karena mengikuti angka pertumbuhan ekonomi.

“Bukan karena daya beli berkurang. Demand itu mengikuti pertumbuhan ekonomi. Pertumbungan ekonomi 5,1%-5,2%, ya kira-kira demandnya segitu. Nggak mungkin demand sampai 10%,” pungkasnya.