Beranda Politik Petinggi Golkar Rapat Tugaskan Ical Minta Setnov Mundur

Petinggi Golkar Rapat Tugaskan Ical Minta Setnov Mundur

444
BERBAGI
Pengurus DPP Golkar
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Desakan agar Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) untuk tetap mengundurkan diri meskipun menang dalam praperadilan atas kasus hukum yang menjeratnya. Hal itu ditegaskan oleh Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Partai Golkar Yorrys Raweyai.

“Jadi kita baru selesai rapat dan hasilnya menugaskan Dewan Pembina untuk bicara ke Setnov. Dia mau mundur secara terhormat atau melalui mekanisme organisasi,” ujar Yorrys di kawasan Jakarta Barat seperti, Jumat (29/9/2017).

Yorrys juga menegaskan bahwa keputusan rapat itu juga sudah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Aburizal Bakrie (Ical). Sehingga, lanjutnya, rapat pleno yang akan digelar Senin, 2 Oktober mendatang, dipastikan akan membahas Setnov.

“Jadi kenapa kita tunda rapat pleno karena kita ada fatsun politik dengan Dewan Pembina,” terangnya.

Selain itu, Yorrys juga menjelaskan, apabila Setnov tidak mau mengundurkan diri, maka mau tidak mau kepemimpinan Partai Golkar diambil alih. Opsi Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Golkar akan diserahkan kepada Airlangga Hartanto.

“Ya sudah kita ambil alih keputusan DPP didukung oleh DPD-DPD. Ambil alih aja, kan itu langsung nanti pleno itu menetapkan Airlangga menjadi Plt, udah,” tegasnya.

Teknisnya, Yorrys menjelaskan, Setnov hanya tinggal membuat surat jika dirinya mengundurkan diri. Sekaligus menunjuk Airlangga Hartanto sebagai Plt Ketua Umum.

Sementara itu, terkait pemilihan ketua baru akan dilaksanakan saat Musyawarah Nasional (Munas) 2019 mendatang. “Munas 2019, kewenangan sama dengan Ketum. Tinggal kita lapor untuk azaz legalitas Menkumham, selesai kan?” demikian Yorrys