Beranda Politik Besok Kelompok Mahasiswa Akan Aksi Tolak Perrpu Ormas di DPR dan Istana...

Besok Kelompok Mahasiswa Akan Aksi Tolak Perrpu Ormas di DPR dan Istana Negara

495
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Dalam rangka merespon kebijakan pemerintahan Jokowi-JK mengenai penerbitan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Ormas (Perppu Ormas), Aliansi Pemuda-Mahasiswa Indonesia (APMI) berencana akan menggelar aksi untuk menolak perrpu yang diniali tidak pro demokrasi tersebut.

Aksi penolakan akan dilakukan pada dua Oktober 2017 di depan DPR dan Istana negara serta diikuti oleh berbagai organisasi pemuda-mahasiswa.

“Aksi ini dimulai pada pukul 09.00 dengan star dari depan Hotel Sultan menuju Gedung DPR/MPR, kemudian dilanjutkan dengan aksi di depan Istana Negara,” ujur M. Arira Fitra dalam release yang diterima redaksi suarapelita.com, minggu (01/10/2017)

Menurutnya, Aksi ini merupakan langkah yang diambil oleh temen-temen untuk menyampaikan tuntutan mengenai Perppu Ormas yang merupakan produk perampas demokrasi dan kebebasan rakyat serta merupakan ancaman bagi perkembangan iklim demokrasi di Indonesia,” katanya.

Mereka juga menilai bahwa terbitnya Perppu tersebut semakin memperjelas arah dan orientasi kebijakan rezim Jokowi-JK yang dinilai untuk mengebiri ormas yangkritis dan mencerminkan diri sebagai negeri bergantung.

“Rezim Jokowi-JK menunjukan dirinya sebagai penghamba dan pelayan setia bagi seluruh kapital asing yang masuk ke Indonesia. Seluruh program pembangunan dan skema ekonomi dalam negerinya bersandar besar pada hutang dan investasi dari negeri-negeri imperialis. Disamping itu, sistem perburuhan dan industri di Indonesia tetap berorientasi ekspor bahan mentah dan memenuhi kebutuhan dalam negerinya dengan impor. Sementara sektor agrarianya, tetap berorientasi monopoli tanah skala besar bagi kepentingan borjuasi besar dan tuan tanah,” ungkapnya.

Ia juga menganggap tujuan lahirnya Perrpu Ormas tidak lain untuk mengantisipasi pergolakan dan perjuangan rakyat Indonesia yang semakin besar di tegah situasi krisis dan kemerosotan hidup yang mendalam, rakyat tentu meresponnya dengan perjuangan.

“Rezim Jokowi-JK tidak segan untuk menindas rakyat melalui berbagai kebijakannya maupun dengan menggunakan aparat. Rakyat terus menjadi sasaran pukul, kriminalisasi, intimidasi, kekerasan, hingga pembunuhan,” tegasnya

Selain itu, lahirnya Perppu No 2 tahun 2017 juga dilatarbelakangi oleh pandangan pemerintah atas kondisi yang dianggap “kegentingan yang memaksa” melalui keberadaan berbagai ormas yang dianggap anti Pancasila, anti UUD 1945 dan membahayakan keberlangsung negara kesatuan Republik Indonesia. padahal, menurutnya Perppu yang menjadi penyempurna dari UU Ormas untuk makin memberangus ruang demokrasi rakyat serta sebagai alat legitimasi bagi seluruh tindakan fasis rezim Jokowi,” katanya.

“Makanya kami (APMI) secara tegas menyatakan menolak Perppu tentang Ormas, dan kami menuntut untuk dicabut serta hentikan seluruh tindak kekerasan, intimidasi, terror dan kriminalisasi terhadap mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia,” pintanya.

Seperti diketahui Aliansi Pemuda-Mahasiswa Indonesia (APMI) adalah gabungan dari beberapa elemen Mahasiswa dan pemuda dari LMND, AKMI, FMN, GMNI-Jakarta, KBM UBK, KMS 30, Hipma Halut, STMIK Jayakarta.(RH)