Beranda Politik Komisi 1 DPR RI Akan Panggil TNI dan Polri Pasca Viralnya Senjata...

Komisi 1 DPR RI Akan Panggil TNI dan Polri Pasca Viralnya Senjata Api Impor

468
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Pasca Beredar viral di grup WA tentang datangnya senjata api impor beserta amunisinya yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat malam (30/9/2017) mendapat tanggapan anggota Komisi I DPR, Elnino M Hosein yang mengungkap bahwa senjata impor jenis Stand-Alone Grenade Launcher (SAGL) dan ribuan peluru belum mendapatkan persetujuan dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

“Kami dapat informasi bahwa masuknya senjata itu ke Brimob belum mendapat ijin BAIS dan senjata itu seharusnya yang digunakan TNI,” ujar anggota dari Fraksi Gerindra ini di Hotel Hermes, Banda Aceh.

Dalam pembahasan masuknya senjata ke Brimob itu, kata Elnino, seharusnya berpijak pada konstitusi. Ia menyebut pasal 30 ayat 2 UUD NRI Tahun 1945. Dalam pasal itu Polri juga dimasukkan sebagai kekuatan utama.

“Jadi melihat persoalan itu harus berdasarkan konstitusi. Seharusnya senjata itu boleh masuk ke Polri karena Polri juga kekuatan pertahanan atau kombatan,” jelasnya.

Menurut Elnino, TNI keberatan karena senjata itu tidak relevan dengan kebutuhan Polri. Karena itu Komisi I berencana akan mengundang TNI dan Polri.

“Semestinya persoalan itu tidak dibahas di DPR melainkan diselesaikan di eksekutif atau presiden. Jika dibawa ke DPR, akan muncul perdebatan karena DPR terdiri dari banyak fraksi,” ucapnya. (Gt)