Beranda Hukum Setnov Menang Praperadilan, Netizen Nyinyir Negatif

Setnov Menang Praperadilan, Netizen Nyinyir Negatif

395
BERBAGI
SETYA NOVANTO
Ketua DPR RI, Setya Novanto
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Setya Novanto menang dalam sidang praperadilan yang di ajukannya pada Jumat (29/9), namun menangnya sang Ketua DPR tersebut mendapat sambutan yang tidak bersahabat dari netizen Indonesia. Hal ini terlihat dari status masyarakat dunia maya selama dua hari.

Hal itu bisa dilihat dari salah satu pengguna Twitter @zonatalina yang berkomentar “Setya Novanto maling ayam, ayamnya yang digebukin warga”. Selain itu ada juga akun @PhillipEduward yang berkomentar “Setya Novanto ngantor lupa bawa charger, chargeran-nya yang nyusul naik Uber”.

Selain itu, CEO Evello, Dudy Rudianto juga menyebutkan bahwa jumlah perbincangan netizen dengan kata kunci Setya Novanto tembus 53.602 tweet sejak ketuk palu memenangkan praperadilan pada Jumat (29/9) kemarin” ujar CEO Evello, Dudy Rudianto pada Sabtu (30/9).

Sebagian besar netizen terlihat nyinyir menanggapi hasil praperadilan tersebut dengan macam-macam komentar yang cenderung negatif di media sosial twitter.

Komentar nitizen di twitter mengenai setya novanto pasca putusan praperadilan di PN Jaksel kemarin : @ikramarki : Setya Novanto kalo ke kondangan, duduknya di pelaminan. @elamcihui : Setya Novanto ke toilet saat nonton bioskop, filmnya di-pause. @sheraveilo : Listrik Setya Novanto jeglek pas dipake nyetrika pembantunya, menteri ESDM langsung pindah jadi kasir Indomart. @aldo_tobing : Setya Novanto ikut uji nyali yang kesurupan setannya. @sishilarin : Setya Novanto wisuda, duduknya sebelahan sama rektor.

Sebagaimana kita ketahui sidang Praperadilan dipimpin Hakim tunggal Cepi Iskandar mengabulkan permohonan praperadilan Setya Novanto. Status tersangka yang disandang Novanto di KPK pun digugurkan.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ucap hakim Cepi membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).

Cepi menilai penetapan tersangka harus dilakukan pada akhir tahap penyidikan suatu perkara. Hal itu harus dilakukan untuk menjaga harkat dan martabat seseorang. (RH)