Beranda Nasional Hasil Survey Median, Masyarakat Tidak Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi

Hasil Survey Median, Masyarakat Tidak Puas Terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi

535
BERBAGI
Ilustrasi
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Kurang lebih 1,5 tahun jelang Pemilu serentak Pilpres dan Pileg, suhu politik mulai meninggi. Demikian dikatakan Rico Marbun dalam rilis survey yang di gelar Media Survei Nasional (Median), di bilangan Cikini Jakarta, Senin (02/10/2017).

Ia menilai bahwa pertarungan Pilgub DKI, Perppu ormas, pembubaran ormas HTI, isu kudeta, saracen, penangkapan sejumlah aktivis medsos, kasus e-KTP, pansus angket KPK, isu krisis ekonomi hingga G30SPKI, Impor senjata adalah sejumlah isu panas yang mewarnai sepanjang tahun 2017 dan diduga tak lepas dari pertarungan Pilpres 2019.

“Masalah yang dirasakan adalah ada 83,3 % publik secara spontan menyebutkan ada masalah yang harus diselesaikan. Dari 83, % data masalah yang dirasakan publik, hampir separuhnya (43,3 %) merupakan tekanan ekonomi. 43,3 % data seputar tekanan ekonomi seperti mahalnya kebutuhan pokok & listrik serta BBM menunjukkan besarnya himpitan ekonomi yang saat ini sedang dirasakan publik. Sebagian besar tidak bahagia.”katanya

Menurut hasil survei, Keberhasilan pemerintahh Jokowi yang paling dirasakan adalah pembangunan infrastruktur, kesehatan gratis, dll. 59 % mendefinisikan keberhasilan Jokowi. Disisi lain, kekurangan pemerintah yang harus diperbaiki adalah kondisi ekonomi sulit, lapangan pekerjaan susah, sembako listrik mahal dst.

“Kekurangannya jauh lebih besar yakni 79,4 % artinya belum berhasil meredam himpitan ekonomi. Ini satu warning yang harus bisa dibaca oleh pemerintah (evaluasi). 1,5 th bukan waktu lama & bukan hal yang main-main.”terangnya

Dari 100 % pemilih dibawah 20 tahun, ada 33,4 % yang percaya isu bahwa Jokowi otoriter.

Hal ini sangat disayangkan, publik sangat terbelah dalam 3 isu sensitif yang di uji terhadap Jokowi. Sementara berdasar evaluasi persepsi, jokowi memiliki problem atas persepsi kompetensi, identitas dan integritas sekaligus.

Oleh karena itu sambung Rico,35,9% publik meragukan kemampuan jokowi menyelesaikan masalah; 33,3% yang menilai jokowi anti islam dan ulama; serta 34,6% publik yang menilai jokowi otoriter.

“Yang patut menjadi perhatian, ada 32,4% publik yang merasa ekonomi di zaman SBY lebih baik ketimbang di zaman jokowi (30,1 %).” tukasnya. (Adrian/RKN)