Beranda Nasional FSI Keluarkan Maklumat Agar Dwi Fungsi ABRI Dikembalikan

FSI Keluarkan Maklumat Agar Dwi Fungsi ABRI Dikembalikan

958
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Forum Syuhada Indonesia (FSI) memberi maklumat sebagai kado emas dalam rangka menyambut hari HUT TNI ke 72. Maklumat ini dipandang sebagai jawaban atas situasi dan kondisi politik, ekomoni sosial budaya yang akhir – akhir terjadi di negara ini, dan juga sebagain kepedulian serta tanggung jawab kami dalam menjaga keutuhan NKRI.

Begitu di katakan Mujahidin Rohingnya dan ustad. Abu Yaksa saat konferensi pers yang bertajuk “Hapuskan Komunisme (PKI) Kembalikan Dwi Fungsi ABRI/TNI di Sekretariat Forum Syuhada Indonesia (FSI) Jalan Menteng Raya Jakarta Pusat, Rabu (04/10/2017)

Menurut Abu Yusak, isu yang berkembang akhir-akhir ini lah yang melahirkan maklumat ini. Salah satu contoh  sistem kapitalis mendominasi, bangkitnya isu Komunis, Kriminalisasi Ulama dan isu masuknya senjata ilegal yang jadi isu terbaru ini,” tuturnya..

Selain itu, Amandemen UUD 45 adalah bentuk penghianatan konstitusi yang menghilangkan lisensi warga Indonesia asli khususnya di pasal 4 serta lepasnya Timur Leste sebagai bentuk kegagalan pemerintahan Nasional dan Internasional dalam mengurus Negara Indonesia,” katanya.

“Kami mendesak agar Dwi Fungsi ABRI untuk dikembalikan, untuk menjaga keutuhan dan kesatuan wilayah NKRI.” Tegasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa masalah PKI sudah jelas ada dalam catatan buku sejarah namun kini pelajaran tentang PKI sudah dihapuskan. Ini ada indikasi yang berbahanya, sekarang juga banyak simbul – simbul PKI yang terlihat, apakah itu tidak ada makna,” terangnya. Abu Yusak juga heran dengan dihapusnya peringatan hari kesaktian Pancasila, padahal dulu selalu diperingati.

“Hari kesaktian Pancasila tidak diperingati namun kini muncul hari lahirnya Pancasila pada 6 Juni dan itu dibuat hari libur padahal itu semua tidak ada itu adalah pertanyaan yang besar.”tegasnya.(Wawan)