Beranda Nasional GPI Nilai Pemerintahan Jokowi-JK Gagal Dalam Mensejahterakan Rakyat

GPI Nilai Pemerintahan Jokowi-JK Gagal Dalam Mensejahterakan Rakyat

415
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Gerakan Pemuda Islam (GPI) menolak keras terbitnya Perppu Ormas yang sedang dibahas DPR RI. Mereka beranggapan bahwa lahirnya Perppu hanya akan membuat citra pemerintah dihadapan rakyat khususnya para anggota Ormas semakin buruk dan bahkan terancam membuka perlawanan serta menimbulkan permusuhan yang begitu kental.

Hal itu diungkapkan oleh Eko Saputro yang juga Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) dalam keterangan releasenya kepada redaksi suarapelita.com.

Eko beranggapan bahwa Perrpu Ormas nantinya akan mengekang demokrasi serta sebagai alat bagi penguasa dalam membungkam penyuara aspirasi. Selain itu, lanjutnya, Perppu Ormas juga dapat menimbulkan kesenjangan yang pelik seperti, penangkapan terhadapa para aktivis secara membabi buta dan secara besar-besaran dengan dalih melawan kebijakan negara,” ungkapnya.

Ia juga menyamakan lahirnya Perrpu Ormas sama dengan tata cara yang di lakukan oleh negara komunis dalam mengekang kebebasan menyuarakan pendapat.

“Kami menyerukan kepada seluruh Mahasiswa, Ormas dan masyarakat untuk melawanan atas kebijakan pemerintah yang membunuh karakter OKP/Ormas dan juga mematikan ideologi perjuangan.Kami akan melawan kebijakan pemerintah yang secara tersirat telah menunjukkan ketakutannya terhadap kelompok yang kritis dan militan,” tegasnya.

Dia juga mengatakan bahwa selama 3 (tiga) tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum terlihat sedikit pun perubahan, bahkan yang terjadi peningkatan jumlah hutang luar negeri yang begitu signifikan. Seharusnya, ujurnya, para wakil rakyat yang berada di parlemen sudah bisa memakzulkan pemerintahan rezim yang sedang berkuasa saat ini.Kita semua tahu bahwa rakyat semakin terjepit dan menjerit secara ekonomi akibat kebijakan yang non pro rakyat,” tutupnya.