Beranda Nasional Mendagri Berharap IPI Dapat Melakukan Solidaritas dan Konsolidasi Umat

Mendagri Berharap IPI Dapat Melakukan Solidaritas dan Konsolidasi Umat

413
BERBAGI
Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo Saat Memberikan Sambutan Dalam Pelantikan DPW IPI Jatim
alterntif text

Jawa Timur, Suarapelita.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Wilayah serta Pengurus Cabang Ikatan Pesantren Indonesia Se-Jawa Timur (DPW-DPC IPI Jatim) periode 2016-2021. Dalam sambutannya ia mengharapkan peran Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) untuk menekan angka golongan putih atau masyarakat yang tak menggunakan hak pilihnya di setiap pesta demokrasi.

“IPI juga harus berperan agar setiap pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah membantu agar masyarakat menggunakan hak pilihnya,” ujarnya usai menyaksikan pelantikan pengurus IPI Jatim periode 2016-2021 di Surabaya, Jumat (6/10/2017) malam.

Menurut dia, IPI juga memiliki peranan sebagai pihak yang memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan maupun kemajuan Bangsa Indonesia, salah satunya dengan berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

Pentingnya turut menggunakan hak pilih, kata dia, diharapkan mampu membantu mencetak pemimpin yang berkualitas dan amanah sesuai pilihan rakyat karena dipilih secara langsung.

“Meski membutuhkan anggaran besar untuk memilih pemimpin, tapi harapannya tercipta pemimpin pilihan rakyat yang berintegritas, amanah, serta mampu memeratakan pembangunan,” ucap mantan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan tersebut.

Selain itu, IPI juga diharapkan perannya untuk menjaga solidaritas dan konsolidasi umat di seluruh Indonesia sehingga tercipta suasana aman, nyaman, dan damai dalam bermasyarakat maupun bernegara.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IPI KH. Zaini Ahmad mengaku selama ini anggotanya dan santri mendukung demokrasi di Indonesia sekaligus makin memperkuat perwujudan perkembangan politik di Indonesia.

Tak hanya di bidang politik, kata dia, IPI di Jatim maupun di Indonesia diharapkan perannya untuk meningkatkan kualitas santri, di antaranya di bidang ekonomi, pariwisata, maupun pengembangan teknologi informasi.

“Di bidang ekonomi, kami akan ada pameran produk santri tingkat internasional yang bekerja sama dengan Kementerian BUMN, kemudian pengembangan wisata oleh santri, hingga digital pesantren yang kami terapkan nantinya di seluruh Indonesia,” katanya. (Mcl)