Beranda Opini Bilboard di Depan Polda Metro Jaya Antara Bisnis dan Persekongkolan

Bilboard di Depan Polda Metro Jaya Antara Bisnis dan Persekongkolan

483
BERBAGI
alterntif text

Opini, Suarapelita.com – Satu bangunan reklame ukuran maksimal yang terpampang di depan pintu keluar polda metro jaya,  secara kasat mata kita sudah dapat menilai kalau bangunan reklame itu tidak berizin atau kalaupun berizin maka izinya di pastikan melanggar peraturan perundangan yang berlaku khususnya peraturan daerah no 9 tahun 2014 jo peraturan  gubernur no  244 tahun 2015  tentang penyelenggaraan reklame diruang lingkup DKI Jakarta dan petunjuk pelaksana penyelenggaraan reklame  kawasan pengendalian ketat yang mempersyaratkan sepanjang jalan gatot subroto tidak di perbolehkan adanya bangunan reklame yang bentuknya horisontal.

Bangunan reklame tersebut saat ini dalam penguasaan dan diminfaatkan oleh PT. MIB (Media Indra Buana ). Pertanyaannya kenapa bisa berdiri dan sekarang sudah bertahun tahun berdiri reklame itu tanpa ada ganguan baik oleh Pemerintah DKI Jakarta maupun oleh polisi dalam hal ini Polda Metro Jaya,  Maka salah satu alasan yang paling bisa kita sampaikan adalah telah terjadi bisnis persekongkolan antara DKI Jakarta dalam hal ini PTSP dengan POLDA METRO JAYA dengan PT MIB.

Sebagaimana yang kita fahami bahwa bisnis ini sangat menjanjikan dan di kenal dengan saweran yang fantastis,  oleh karena sangat jarang pengusaha kecil yang bisa berkembang dengan baik di dunia bisnis yang satu ini,  sekian banyak pengusaha-pengusaha kecil yang tunbuh khusus di DKI Jakarta  ini tapi sekian banyak juga yang tumbang,  alasan tumbangnya juga selalu sederhana,  yaitu ketika mereka bersaing dengan pengusaha reklame yang lebih besar pada titik reklame tertentu,  kemudian ini jugalah yang kita saksikan  peristiwa penertiban bangunan reklame yang baru baru ini di depan Polda Metro,  Satuan Polisi Pamong Praja  DKI Jakarta sebagai ketua Tim Penertiban Bangunan Reklame  di DKI Jakarta begitu mudah mencari dan menemukan alasan kenapa bangunan Reklame di depan Polda Metro Jaya milik pengusaha kecil CV.  Mitra Konsultan yang sudah mengantongi izin dari hulu hingga hilir,  bangunan yang secara legal didirikan menurut peraturan peraturan perundangan yang berlaku malah dibongkar dan di robohkan tanpa beban sementara Bangunan Reklame yang ada di halaman Polda Metro Jaya yang sudah bertahun tahun berdiri tanpa izin dan bahkan keberadaanya melanggar peraturan perundangan yang berlaku malah sengaja di biarkan berdiri kokoh tanpa gangguan dari pemerintah DKI Jakarta dalam hal Ini Satuan Polisi Pamong Praja. Inilah fakta yang sangat mencengangkan  dan mengindikasikan masih ada dan berlangsung pola bisnis persekongkolan yang tentunya pasti berujung pada tindakan Korupsi,  kolusi dan Nepotisme.

Kami salah satu kelompok masyarakat yang peduli terhadap penyelenggaraan negara yang bebas dari korupsi,  kolusi dan nepotisme nenantang aparat penegak hukum untuk menemukan konspirasi perbuatan korupsi antara pengusaha yang memiliki dan memanfaatkan bangunan Reklame yang ada di dalam halaman Polda Metro Jaya dalam hal ini PT.  MIB dengan Instansi yang terkait untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif dan koperhensip,  kami pastikan bahwa di sana ada konspirasi jahat yang terselubung yang merugikan negara dan menguntungkan pihak pihak tertentu atau oknum oknum tertentu.

Harapan kami kedepan demi  terselenggaranya pemerintahan DKI Jakarta yang lebih baik dan kredible khususnya dalam penyelenggaraan reklame di ruang lingkup DKI Jakarta membutuhkan tenaga tenaga birokrasi yang handal dan bersih serta memiliki pengetahuan hukum yang mumpuni untuk di tempatkan sebagai Ketua Tim Penerbitan Bangunan Reklame DKI Jakakarta,  bukan seperti yang sekarang ini, buta dan tuli melihat dan memahami kebenaran tetapi lihai dan cerdas menutupi kebenaran

Oleh Penulis Ayaturrahman A Malik

( KABIT Advokasi dan Investigasi LPKPB )