Beranda Politik Politisi PDIP Sesalkan Terjadinya Perusakan dan Penyerangan Kantor Kemendagri

Politisi PDIP Sesalkan Terjadinya Perusakan dan Penyerangan Kantor Kemendagri

441
BERBAGI
Politisi PDIP, Nurmansyah E. Tanjung Bersama Ketua Umum PBNU
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nurmansyah E. Tanjung menyesalkan terjadinya perusakan dan penyerangan yang dilakukan sekelompok massa Merah Putih Tolikara di Kantor Kementerian Dalam Negeri pada rabu (11/10) sehingga menyebabkan kerusakan parah. Nurmansyah juga menyebut penyerangan ini juga merupakan tidak menghormati simbol negara dan merupakan kejahatan terhadap demokrasi.

“Kita menyesalkan terjadinya perusakan dan penyerangan di kantor negara, apalagi sampe ada yang luka-luka. Seharusnya bisa dilakukan dengan musyawarah bukan dengan kekerasan,” ujar Nurmansyah saat dimintai keteranganya di Jakarta, Kamis (12/10/2107).

Ia juga menegaskan kejadian tersebut dipandang sebagai prilaku yang memalukan dan kepolisan harus mengusut tuntas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Diberitakan sebelumnya Kantor Kementerian Dalam Negeri diserang sekelompok massa yang mengatasnamakan Merah Putih Tolikara yang diketahui sebagai pendukung calon Bupati Tolikara, Papua John Tabo dan Barnabas Weya.

Akibat perusakan itu Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang, awalnya massa yang berjumlah puluhan orang itu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kemendagri sejak Rabu pagi, menuntut Mendagri Tjahjo Kumolo mengesahkan pasangan John Tabo-Barnabas Weya.

John Tabo dan Barnabas kalah suara dalam Pilkada Tolikara 2017. Keduanya lantas mengajukan gugatan ke MK atas sengketa hasil Pilkada namun tetap tidak menang.

Meskipun demikian, para pendukung John Tabo-Narnabas tetap mendesak Mendagri mengesahkan keduanya, dengan melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir pada peristiwa pengusakan kantor Kemendagri.

Sejatinya Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri bersedia menerima perwakilan massa pada Rabu siang, untuk berdialog, namun massa menolak dan hanya ingin bertemu langsung Mendagri Tjahjo Kumolo yang pada saat itu sedang bertugas di luar kantor. (Red)