Beranda Nasional Pengamat Politik Sebut Ucapan “Pribumi” Anies Tidak Tepat

Pengamat Politik Sebut Ucapan “Pribumi” Anies Tidak Tepat

446
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Pengamat Politik Karyono Wibowo menilai penggunaan istilah “Pribumi” yang di ungkapkan Anies Baswedan saat pidato pasca pelantikan di Balikota tidak tepat. Pasalnya momentum saat ini masih dalam keadaan yang sensitif dan panas pasca pilkada lalu.

“Jadi ibarat luka, Anies memperparah luka lama yang belum sembuh dengan menggunakan istilah pribumi,” kata Karyono Wibowo saat menjadi narasumber dalam acara Fokus Grup Discussion di jakarat, Kamis (19/10/2017).

Penggunaan kata “Pribumi” dinilai sebagai anomali jika tujuan dari Gubenur DKI Jakarta tersebut yang ingin merajut dan menyatukan kembali perbedaan antar masyarakat.

“Tetapi bagi masyarakat sulit juga memahami karena suasana nya masih panas dan ada kontradiktif bagian di awal awal bahwa Anies ingin merajut kembali hubungan antar masyarakat dan menyatukan kembali perbedaan yang dulu pilkada yang masih ada,dan isu pribumi ini diangkat lagi dan menjadi anomali, ” tegasnya.

Dalam kacamata politik, Karyono mengatakan bahwa isi pidato yang disampaikan oleh Anies bukan sekedar pidato pelantikan melainkan sebagai sinyal untuk persiapan pemilihan presiden tahun 2019.

“Tapi lebih dari itu secara politik dari isu dan pidato anies itu buat saya bukan sekedar pelantikan saja dan pidato nya itu seolah olah menyapa seluruh orang Indonesia, dan bisa jadi menjadi sinyal pada pilpres 2019. Dan pidato nya itu mirip kampanye dan sinyal pilpres 2019, “pungkasnya. (MR)