Beranda Nasional Tantangan Kinerja 3 Tahun Pemerintah, BMN Gelar Deklarasi Dan FGD

Tantangan Kinerja 3 Tahun Pemerintah, BMN Gelar Deklarasi Dan FGD

447
BERBAGI
alterntif text

Jakarta,Suarapelita.com – Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Perguruan Tinggi dan Organisasi Kepemudaan (OKP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Deklarasi Barisan Mahasiswa Nusantara (BMN) dan Organisasi Kepemudaan bertajuk ” Tantangan Kinerja 3 Tahun Pemerintah”

Acara tersebut di gelar di Hotel Mega Proklamasi, jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/17) dan di hadiri organisasi kemahasiswaan, dan Organisasi kepemudaan diantaranya, BEM UIJ, BEM Univ. As Syafiyah, BEM Univ. Borobudur, BEM STIE Bank, Unkris, Unindra, UBK, GP Ansor, Sapma Pemuda Pancasila, Garda Nusa.

Peneliti Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo mengatakan, selama 3 thn pemerintahan Jokowi JK ada beberapa kebijakan yang sudah berhasil dan tentu saja ada beberapa kebijakan yang belum di laksanakan. Tetapi selama 3 tahun ada beberapa hal yang sudah diperbuat oleh Jokowi JK, di tahun ke 3 sudah mulai terasa program pembangunan yang dilakukan.

Menurut Karyono, tahun pertama peletakan dasar regulasi, tahun ke 2 percepatan membangun, tahun ke 3 sudah ada beberapa hasil pembangunan yang sudah di rasakan tentu saja ada beberapa pro kontra dalam politik.

“Sebagai pemikir dan generasi penerus bangsa tidak boleh melihat sesuatu dengan kacamata kuda boleh bersuara terhadap kebijakan yang sedang berjalan tetapi dengan penilaian secara objektif dan di dasari oleh data dan fakta.”ujarnya.

Oleh karena itu Karyono menyarankan, jangan melakukan penilaian sebuah kebijakan seperti yang dilakukan oleh para politisi. Sebab kata dia, Ada beberapa catatan terutama pak Jokowi membangun, utamakan pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan oleh karena itu ada ketimpangan di indonesia timur dan indonesia barat kesenjangan antar wilayah, untuk mengurangi ketimpangan pak jokowi membangun infrastruktur di Indonesia timur.

“Seperti jalan trans papua yang berjalan dengan baik. Saya lihat perbatasan di kalimantan yang bagus dan tertata dengan baik gedungnya, dan di NTT gedungnya sudah bagus, ada juga 176 KM jalan tol yang baru, dan 29.589 jembatan yang sudah dibangun, rumah untuk kalangan menengah kebawah 69970 bangunan,” ucapnya.

Oleh karena itu Karyono menilai bahwa Ekonomi thn 2015 30%, 2016 46,8%, Thn 2017 69,7%. Jadi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinekerja jokowi JK mengalami trend kenaikan. Karena trend mengalami kenaikan maka berkorelasi positif terhadap tingkat elektabilitas.

Selain Karyono Wibowo, Dosen FISIP Uhamka/Ketum Fornas Bhinneka Tunggal Ika, Dr. H. Syaiful Rohim Msi. juga mengatakan bahwa 1 aspek pembangunan infrastruktur akan di rasakan oleh masyarakat, masyarakat tidak menginginkan proses pembangunan tidak terlalu lama, ini menjadi catatan penting oleh kelompok masyarakat.

Terkait masalah politik, menurut Syaiful, lawan politik selalu mencari celah untuk menjatuhkan lawannnya. Ini Pr pemerintah memberikan 1 keteduhan dalam politik, isu isu sensitif yang ada harus segera di hentikan. Politisi politisi harus menunjukan kedewasaan untuk berpolitik di indonesia.

“Perlu diketahui bahwa masyarakat dalam melihat figur terkadang secepat membalikan tangan.”

“Mari kita bangun kesadaran politik. Harus ada kedewasaaan politik demi negara republik indonesia. Pointnya, masyarakat mahasiswa tetap terus berkarya karena kalian adalah yang memimpin bangsa ini kedepannya.”pesan Syaiful.

Dalam acara tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa dan Organisasi Ke Pemudaan menyatakan Sikap :

Kami mahasiswa dan pemuda menuntut stabilitas politik, stabilitas keamanan, stabilitas ekonomi agar terwujud masyarakat
Sejahtera

Kami mahasiswa dan pemuda mendukung segala upaya nyata pemerintah saat ini yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kami mahasiswa dan pemuda akan tampil di depan mengkritisi pemerintah jika ingkar dari kepentingan rakyat.(Hzel)