Beranda Opini Matrealisme VS Idealisme

Matrealisme VS Idealisme

452
BERBAGI
alterntif text

Oleh: Rahman Latuconsina, SH.

Jakarta, Suarapelita.com – Di zaman now (baca: Zaman sekarang_red) hampir pasti matrealisme selalu menjadi pemenang dalam pertarungan nurani melawan idealisme. Hal ini karena matrealisme selalu dikemas dengan rapi dan santun, sedangkan idealisme jauh tertinggal karena dia hadir secara polos dan telanjang.

Hari ini kembali matrealisme menjadi pemenang, pada pergolakan jiwa dan nurani pergerakan Mahasiswa di Indonesia. Acara Jambore Mahasiswa di Cibodas menandai euforia kemenangan matrealisme atas idealisme sekaligus menjadi ajang pengkhianatan organisasi besar pergerakan Mahasiswa yakni, cipayung plus.

Sekali lagi Kita harus mengakui bahwa matrealisme selalu hadir dengan tampilan yang menawan, selalu dikemas dengan rapi, dan packing kesantunan yang luar biasa. Berbeda dengan idealisme yang kerap tampil dengan sisi emosionalisme yang menggambarkan protes pada keadaan tertentu.

Jika saja Kita bisa cermat mengamati hadirnya Jambore Mahasiswa Nasional yang bertajuk kewirausahaan kemudian ditarik pada momentum hari atau waktu pelaksanaannya maka Kita akan menemukan jawaban bahwa ini adalah pengkondisian gerakan mahasiswa pra kondisi aksi 28 Oktober. Itu jawabannya !!!

Lalu apa kesimpulannya?

Jelas rezim yang berkuasa saat ini disinyalir ingin meredam gejolak Mahasiswa, rezim sangat khawatir jika aksi 3tahun Jokowi-JK kemarin menjadi snow ball yang bisa menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

Secara prefentif rezim hari ini akan melakukan langkah apapun guna mengamankan kepentingannya, kepentingan siapa?
Kepentingan Rakyat???
Belum tentu, Kita bisa melihat apa yang terjadi hari ini, apa kebijakan rezim pro rakyat ???

Secara pribadi penulis mengecam kegiatan ini, semoga para penggagas dan semua stake holder yang bergabung didalamnya tetap menjadi besar dan nyaman berada disisi kekuasaan. Jelas penulis menolak kegiatan ini, karena dari momentumpelaksanaan jelas tercium aroma pengkhianatan.

Ditulis oleh Presedium Mabes Anti Korupsi (MAK)