Beranda Ekonomi Akibat Harga Daging Mahal, Mentan Sarankan Masyarakat Beralih Konsumsi Keong Sawah

Akibat Harga Daging Mahal, Mentan Sarankan Masyarakat Beralih Konsumsi Keong Sawah

765
BERBAGI
HARGA DAGING SAPI
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Mahalnya harga daging sapi yang masih bertengger di atas harga Rp100.000 per kilogram (kg) ternyata tidak mampu dikendalikan oleh pemerintah untuk menurunkan harga daging tersebut.

Akibat mahalnya harga daging sapi membuat masyarakat mengeluh karena tidak mampu membeli untuk kebutuhannya.

Namun bukannya memberi solusi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman malah memberi saran agar masyarakat beralih mengkonsumsi keong sawah sebagai pengganti daging sapi.

Hal itu diungkap Menteri Pertanian saat melakukan inspeksi dadakan (sidak) di Pasar Induk Beras Cipinang yang menyinggung persoalan daging. Menurut dia, masyarakat bisa beralih konsumsi ke komoditas lain yang proteinnya hampir sama dengan daging seperi tutut.

“Seperti tutut itu protein lebih bagus dari daging,” ujarnya di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta seperti di lansir dari okezone.com, Senin (4/12/2017).

Tutut merupakan keong sawah atau sejenis siput air yang mudah dijumpai di perairan tawar seperti sawah, aliran parit dan danau.

Amran melanjutkan, tutut memiliki protein yang tinggi namun menyehatkan. Maksudnya, ketika ada seorang yang memiliki tekanan darah tinggi, masih bisa mengkonsumsi tutut yang proteinnya tinggi.

“Tidak ada kan orang tekanan darah tinggi dilarang makan tutut,” tandasnya. (Red)