Beranda Nasional Isu TKA Asal Tiongkok Yang Bawa KTP Untuk Ikut Pilpres Sangat Tidak...

Isu TKA Asal Tiongkok Yang Bawa KTP Untuk Ikut Pilpres Sangat Tidak Rasional

157
BERBAGI
SHANDY MANDELA SIMANJUNTAK
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Sekretaris Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jakarta Timur, Shandy Mandela Simanjuntak mengungkapkan bahwa maraknya isu tentang orang pekerja Tiongkok yang datang ke Indonesia dengan membawa KTP agar bisa ikut memilih dalam persiapan Pilpres dan Pilkada, sangat tidak rasional.

Sebab, kata dia, setiap pemilih pasti tercatat di dukcapil tidak mungkin ada isu pembuatan KTP di Tiongkok lalu seketika itu terdaftar di dukcapil.

“Isu itu sangat tidak rasional namun anehnya berkembang sangat cepat ditengah-tengah masyarakat oleh karenanya kita harus selektif dalam mencerna informasi jangan sampai terprovokasi,” ujur Shandy Mandela Simanjuntak kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/02/18).

Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar pemerintah ketat dalam melakukan kontrol terhadap isu menyebaran tenaga kerja asing asal Tiongkok.

Masyarakat, lanjutnya, harus bersikap bijak, yang artinya jangan sampai membuat persepsi negatif dengan tujuan-tujuan provokatif sehingga dapat mengganggu stabiltas nasional.

“Masyarakat harus bijak dalam mencerna informasi jangan sampai berdampak kepada stabiligas nasional kita, serahkan kepenegak hukum jika ada TKA yang ilegal,” katanya.

“Isu ini, sangat mengganggu tenaga kerja kita. Kita akui bahwa ada tenaga kerja asing, namun hal tersebut bukan berarti mengurangi tenaga kerja dalam negeri,” jelasnya.

Shandy juga menilai, penyebab banyaknya PHK itu lebih disebabkan karena biaya UMR naik sedangkan Output perusahaan tidak sesuai atau tidak sebanding dengan input perusahaan.

“Banyaknya PHK jangan kaitkan dengam tenaga kerja asing itu lebih disebabkan karena biaya UMR naik sedangkan Output perusahaan tidak sesuai atau tidak sebanding dengan input perusahaan,” kata dia.