Beranda Daerah Pilkada Jabar di Khawatirkan Jadi Medan Pertarungan Politik Yang Disertai SARA

Pilkada Jabar di Khawatirkan Jadi Medan Pertarungan Politik Yang Disertai SARA

81
BERBAGI
alterntif text

Jawa Barat, Suarapelita.com – Pilkada merupakan sarana politik yang melibatkan masyarakat untuk melanjutkan pemerintahan daerah dan pembangunan. Bagi politisi dan parpol, Pilkada sebagai sarana strategis dalam mewujudkan eksistensi dan kepentingan politik parpol. Oleh karena itu Pilkada menjadi pertarungan yang melibatkan segala kekuatan dan sumber daya yang ada.

Kuatnya kepentingan dan ketatnya rivalitas diantara peserta Pilkada dapat menimbulkan terjadinya pelanggaran. Jenis pelanggaran yang dikhawatirkan banyak pihak diantaranya penggunaan isu SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat yang majemuk.

Suhu politik dalam menghadapi Pilkada Jabar cenderung meningkat dan dikhawatirkan menjadi medan pertarungan politik yang disertai isu SARA.

Hal itu menjadi salah satu pokok bahasan dalam diskusi publik yang digelar oleh Senat Mahasiswa Fak Pendidikan IPS (FPIPS) UPI dan kalangan mahasiswa di Bandung bertema “Pilkada 2018 : Mencari Suara Tanpa SARA” dan menghadirkan sejumlah elemen mahasiswa dan pemuda di Bandung, Di Kampus Univeritas Pendidikan (UPI), Bandung, Senin (26/02/2018)

Acara tersebut menghadirkan nara sumber dari Polres Bandung, GP Ansor Bandung dan KNPI Bandung cukup menarik antusiasme kalangan mahasiswa dan pemuda di tengah tengah isu SARA yang kini menjadi topik pembicaraan di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hendra Guntara dari KNPI Bandung mengatakan, para pemuda pelajar dan mahasiswa harus bisa berpikir cerdas dalam menyikapi isu SARA dalam politik. Penggunaan isu SARA sebagai upaya meraih kemenangan dalam Pilkada merupakan cara cara yang tidak perlu didukung karena berdampak merusak masyarakat dan bangsa yang majemuk. Diharapkan para generasi muda menjadi garda terdepan dalam menangkal isu SARA dalam kontestasi Pilkada Jabar.

Di tempat yang sama Kompol Suherman mewakili Polres Bandung mengemukakan, peredaran hoax dan SARA bisa diancam sanksi pidana. Para pemuda, pelajar dan mahasiswa harus berhati hati dalam menyikapi berita yang beredar terutama di media sosial. Perlu dilakukan klarifikasi dari sumber terpercaya sebelum mempercayai berita yang beredar.

Sementara itu, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Aa Abdul Razak juga berpesan bagi generasi milenial harus berhati-hati terhadap berita hoax. Jauhi isu SARA kedepankan visi misi. Jangan sampai Pilkada Jabar menjadi Pilkada terburuk. (Red)