Beranda Nasional Mahasiswa Sebut Aksi Terorisme di Gereja Surabaya Merusak Pilar Kebangsaan

Mahasiswa Sebut Aksi Terorisme di Gereja Surabaya Merusak Pilar Kebangsaan

157
BERBAGI
alterntif text

Jakarta, Suarapelita.com – Pemikiran radikalisme yang bermuara pada aksi terorisme menjadi salah satu permasalahan krusial bagi bangsa ini. Pasal nya Indonesia merupakan negera yang heterogen terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan antar golongan.

Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Bhineka Tunggal Ika, Gifari Shadad R menyatakan bahwa aksi terorisme yang terjadi di Surabaya telah merusak pilar kebangsaan Indonesia. Terutama kejadian tersebut mencederai nilai-nilai pancasila yang seharusnya mengedepankan asas kolektif kolegial, menciptakan kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujur Gifari kepada redaksi di Jakarta, Rabu (16/05)

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi, lanjutnya, apakah filosofi yang digunakan adalah kebencian dan fanatisme ? dan menganggap bahwa hal tesebut termasuk bagian dari jihad , sehinggga mereka menempuh jalan pintas dengan menghancurkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi kedepan. Tentu saja hal tersebut didalam agama manapun tidak dapat dibenarkan apalagi sampai menimbulkan korban yang berjatuhan,” jelasnya.

“Sebagai bangsa yang mapan, maju dan berdaulat tentu kita paham narasi besar apa yang sedang dimainkan, maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus menjadi benteng utama dalam menangkal radikalisme yang menciderai pilar kebangsaan Indonesia,” kata Gifari yang juga mahasiswa Uhamka

Ini merupakan momentum tepat bagi masyarakat Indonesia untuk mendalami kembali nilai nilai pancasila yang mulai pudar.

“Sebab pancasila menjadi benteng utama bangsa dan negara Indonesia agar dapat terhindar dari paham radikalisme, sehingga dapat terwujud suatu kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia,” pintanya

Oleh karena itu, demi terciptanya suatu rasa aman dan damai, maka peran pemerintah harus cepat dalam menyelesaikan segala bentuk kejahatan yang mengancam masyarakat Indonesia.

“Dalam hal ini BIN, POLRI dan BNPT harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat Indonesia, dan mendekteksi secara dini ancaman terorganisir yang akan terjadi kedepannya,” ungkapnya.